Apakah Masalah Ini Sering Anda Hadapi Saat Berbelanja Online ?

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Masalah Belanja Online Ini Pasti Pernah Anda Alami

Tips ini membahas masalah umum untuk mengingatkan konsumen, apakah perlu atau tidak membeli produk tertentu secara online.

Tips Belanja Online Agar Tidak Tertipu

Tips ini menunjukkan beberapa “celah” konsumen, sehingga memungkinkan menjadi korban penipuan belanja online.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat datang di blog Tips Belanja Online,
mudah-mudahan bisa mendapatkan manfaat secara optimal

Tips Belanja Online adalah blog yang secara khusus memberikan panduan untuk konsumen yang ingin berbelanja melalui internet. Maraknya penjualan yang dilakukan secara online mendapat repon positif dari para konsumen yang semula terbiasa berbelanja secara konvesional, kemudian beralih ke internet.
Masalahnya, perubahan pola berbelanja tersebut juga menuntut perubahan sikap serta pengetahuan prosedur berbelanja melalui internet. Tips Belanja Online memberikan panduan dan informasi yang terkait dengan masalah tersebut, semoga sebagian atau seluruh isi dari blog ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Sunday, September 7, 2014

Belanja Online Di Indonesia Akan “Booming”

Belanja Online Indonesia

Belanja Online di Indonesia akan menjadi "booming" dalam tahun 2015, prediksi tersebut didasarkan dari hasil riset yang menyimpulkan bahwa dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir hingga memasuki tahun 2014 pertumbuhan e-Commerce menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Hal ini juga berarti bahwa kegiatan bisnis dengan transaksi langsung akan bergeser ke online. Di saat yang sama, dunia online juga akan menjadi alternatif untuk lapangan kerja baru.

Survey yang dilakukan oleh perusahaan di bidang teknologi transaksi global, PT Visa Indonesia, menemukan bahwa selama kurun waktu 12 bulan sampai akhir tahun 2013 sebanyak 76 persen pengguna internet di Indonesia pernah melakukan belanja online. Para konsumen yang belanja secara online tersebut cenderung berusia lebih muda dibandingkan dengan mereka yang membeli secara offline atau berbelanja secara konvensional. Hasil survey tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 48 persen atau hampir separuh dari para konsumen online berusia 18-30 tahun.

Survey tersebut juga berhasil mengidentifikasi para pelaku belanja online dan menyimpulkan menjadi tiga kategori. Kategori pertama sebanyak 48 persen adalah konsumen yang mengeluarkan uang sekitar Rp. 6,5 juta per bulan, mayoritas dipergunakan untuk belanja online untuk travel dan retail. Kategori kedua sebanyak 23 persen konsumen yang mengeluarkan uang sekitar Rp. 4 juta setiap bulan untuk membeli satu atau dua jenis barang. Sedangkan kategori ketiga sebanyak 20 persen konsumen yang mengeluarkan uang sekitar Rp. 5 juta per bulan untuk membeli tiga sampai 4 jenis barang.

Meskipun pada setiap kategori tersebut memiliki preferensi yang berbeda dalam menggunakan metode pembayaran secara online, tetapi secara umum menunjukkan bahwa semakin sering berbelanja online maka terdapat kecenderungan merubah metode pembayaran. Dari awalnya yang melakukan pembayaran melalui transfer ATM cenderung beralih menggunakan kartu kredit.

Prediksi menyangkut perkembangan belanja online juga disampaikan para pengamat industri bahwa dalam tahun 2015 potensi e-Commerce di Indonesia akan bernilai sekitar 10-12 miliar USD. Hal itu didasarkan pada pertumbuhan internet dan pengguna smartphone yang mengalami kenaikan secara paralel. Dari jumlah 55 juta pengguna internet di tahun 2012 diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 125 juta pada tahun 2017. Sementara jumlah pemilik smartphone sebanyak 20 persen di tahun 2012 juga akan meningkat dua kalilipat lebih, yakni 52 persen di tahun 2017.

Masalah yang muncul kemudian adalah bagaimana kesiapan prasarana dan sumber daya manusia dari para pelaku e-commerce dalam menghadapi booming belanja online di tahun 2015 ?

Besarnya potensi pasar di Indonesia telah membuat para produsen smartphone dan tablet saling berebut untuk menjual produk mereka. Salah satu strategi yang sangat menentukan adalah keunggulan teknologi, maka dalam pasar smartphone dan tablet di dalam negeri, akses internet menjadi standar yang mutlak dimiliki oleh kedua gadget tersebut.

Konsekuensi selanjutnya, seberapa tinggi tingkat kemampuan gadget dalam kecepatan mengakses data online dan kemampuan menampung banyak fitur sekaligus menjadi daya saing untuk memikat konsumen. Di sisi yang lain, secara bersamaan para penyedia jasa jaringan juga dituntut untuk memperluas dan meningkatkan kualitas produk mereka.

Perkembangan pasar dari produk-produk yang menggunakan teknologi informasi dan telekomunikasi pada prinsipnya ditentukan oleh kedua produsen tersebut. Sehingga ketika keduanya berada dalam garis yang paralel, maka akan terjadi booming. Dampak ikutan lainnya adalah pesatnya perkembangan bisnis internet dan makin banyaknya konsumen yang berbelanja secara online.

Tetapi hal ini tidak serta merta bisa terjadi, karena dalam bisnis internet diperlukan kesiapan teknologi dari penyedia jasa transaksi online, perusahaan jasa pengiriman barang dan pelaku bisnis online sendiri. Ketidaksiapan ketiga pihak tersebut mengakibatkan kurang optimalnya pelayanan dan menjadi yang sangat menentukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan belanja secara online. Tentunya dalam pengertian ini tidak termasuk para penjual produk yang secara pribadi menawarkan dan melakukan jual beli melalui media sosial semacam facebook.

Mengantisipasi “booming” belanja online sebagai dampak dari pesatnya pertumbuhan e-Commerce di tahun 2015, paling tidak mulai saat ini pihak perbankan, perusahaan jasa pengiriman dan para pelaku bisnis online sudah mempersiapkan diri dengan menyesuaikan penerapan manajemen, meningkatkan teknologi dan kualitas sumber daya yang dimiliki. Sementara di sisi pengguna internet, juga harus tumbuh pemahaman dan kesadaran untuk menjadi konsumen yang rasional.

Tanpa dilakukan persiapan sejak dini secara terintegrasi, yang bakal terjadi hanyalah booming penjualan smartphone dan tablet. Sementara peluang besar yang bisa diraih oleh penyedia jasa transaksi online, perusahaan jasa pengiriman dan para pelaku bisnis online akan menguap secara sia-sia. Selain itu, terbukanya kesempatan kerja baru juga akan ikut hilang dan di sana-sini hanya terdengar umpatan para konsumen yang kecewa ketika berbelanja secara online.

Friday, September 5, 2014

Tips Belanja Online Di TokoBagus, Sekarang OLX

Tips Belanja Online Di Toko Bagus

Tips untuk belanja online di Toko Bagus sama persis dengan OLX. Pasalnya, OLX.co.id adalah nama dan alamat baru dari tokobagus.com yang merupakan situs online classified terbesar di Indonesia. Tetapi karena nama Toko Bagus sudah terlanjur melekat dalam ingatan para pengguna internet, mereka masih merasa akrab untuk menyebut nama Toko Bagus ketika melakukan jual beli secara online.

Alasan perubahan nama yang diumumkan secara resmi pada 20 Mei 2014 itu disebabkan bergabungnya tokobagus.com dengan OLX, sebuah jaringan e-commerce imternasional di 106 negara yang menggunakan lebih dari 40 bahasa. Dengan demikian maka Toko Bagus atau OLX Indonesia kini lebih populer dengan nama OLX.co.id menjadi salah satu dari jaringan e-commerce tersebut.

Meskipun demikian, tidak ada perubahan layanan untuk para pengguna OLX. Cara untuk memasang iklan masih sama dan gratis seperti di Toko Bagus. Begitu pula username dan password pengguna yang lama masih tetap dapat digunakan seperti biasanya.

Sebagai situs jual beli yang hadir sejak tahun 2005, tokobagus.com sudah menapaki waktu yang cukup lama di dunia internet sehingga bisa berkembang sampai nama Toko Bagus ditanggalkan dan digantikan dengan OLX. Di saat itu situs ini sudah memiliki rata-rata 100.000 pengunjung setiap hari.

Meskipun sudah memberikan fasilitas yang telah menguntungkan pengguna internet yang melakukan jual beli melalui internet, tetapi seperti yang dialami oleh kebanyakan situs penyedia lapak jual beli, Toko Bagus tak luput dari masalah pengguna yang hanya berniat melakukan penipuan. 

Para penjual yang menipu tersebut memiliki modus operandi yang hampir sama, yakni menawarkan barang dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Mereka pada umumnya minta pembayaran ditransfer melalui bank dengan janji akan mengirimkan barang begitu uang diterima. Hal yang sama juga sering dilakukan oleh penipu yang menawarkan barang melalui media sosial Facebook.

Pembeli yang biasanya terlanjur tertarik untuk mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga murah, tanpa berpikir panjang langsung mentransfer uang senilai harga barang. Saat-saat terakhir selalu ada komunikasi antara pembeli dan penjual, tetapi semata-mata hanya karena penjual ingin memastikan apakah pembeli sudah mentranfer uang ke rekeningnya.

Sampai beberapa hari kemudian, barang yang dibeli tak pernah terkirim. Sementara si penjual tidak bisa dihubungi dan lapaknya pun ditutup. Peristiwa seperti ini seharusnya tak perlu menimpa para pembeli yang mencari barang di situs tokobagus.com atau yang sekarang telah berganti nama menjadi OLX.co.id

Situs ini sudah menyediakan fitur peta lokasi untuk memudahkan pembeli mencari barang yang ditawarkan oleh penjual dengan lokasi yang berdekatan. Sehingga jika terjadi kesepakatan harga, maka transaksi bisa dilakukan secara offline. Barang yang disepakati bisa dikirim penjual dan pembayaran dilakukan setelah barang diterima oleh pembeli. Proses jual beli seperti ini di internet diistilahkan sebagai COD atau Cash On Delivery.

Dengan cara ini tidak akan mungkin terjadi penipuan, karena antara penjual dan pembeli akan terjadi interaksi secara langsung. Andaikata kualitas barang tidak sesuai seperti yang ditawarkan penjual, pembeli bisa menolak atau melakukan negoisasi ulang saat mereka bertemu langsung.

Seringnya terjadi penipuan apabila pembeli berniat membeli barang yang ditawarkan oleh penjual berdomisili di kota atau propinsi yang berbeda. Jika terjadi kesepakatan harga, selanjutnya tidak mungkin penjual akan mengirim barang lebih dulu dan pembeli akan mentransfer uang belakangan. Maka disinilah peluang yang memungkinkan terjadinya penipuan.

Tips belanja online yang diberikan oleh Toko Bagus (sekarang OLX) untuk membeli barang yang ditawarkan penjual dari kota lain diuraikan secara rinci dan nyaris menutup semua kemungkinan yang berpotensi menimbulkan terjadinya kasus penipuan melalui situs tersebut.

Untuk membeli produk dari penjual yang berada di luar kota, disarankan untuk minta bantuan kepada keluarga atau teman yang tinggal di kota tersebut agar mengecek produk yang akan dibeli di alamat penjual dan sekaligus memastikan keberadaan penjualnya. Apabila tips ini dijalankan dengan konsisten, bisa dijamin tak mungkin terjadi penipuan terhadap pembeli.

Jika penjual meminta pembayaran dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening banknya, disarankan untuk melakukan pengecekan dokumen penjual terlebih dahulu seperti fotocopy KTP, SIM dan nomor rekening penjual. Apakah ketiga dokumen tersebut memiliki nama yang sama atau tidak, asli atau terdapat tanda-tanda yang mencurigakan. Apakah diantara dokumen tersebut ada yang meragukan atau tidak.

Tidak hanya sebatas itu, disarankan juga untuk melakukan pengecekan terhadap account social media si penjual, sudah berapa lama penjual memiliki account tersebut, berapa banyak teman/koneksi yang sudah dimiliki dan informasi-informasi lain yang bisa meyakinkan.

Semua tips tersebut disampaikan secara rinci dan jelas demi keamanan pembeli. Tetapi masalahnya terletak pada pembeli sendiri yang tidak mungkin bersedia untuk melakukan proses pengecekan yang akan dianggapnya terlalu panjang dan bertele-tele tersebut. Sehingga akhirnya si pembeli sendiri yang membuka celah kemungkinan untuk menjadi korban penipuan.


Penipuan Berkedok Toko Untuk Belanja Online

Penipuan Berkedok Toko Untuk Belanja Online

Penipuan yang dilakukan dengan berkedok sebagai penjual atau toko untuk belanja online tidak hanya terjadi di dunia internet Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Kehadiran para penjahat cyber ini merupakan konsekuensi dari pesatnya perkembangan teknologi informasi yang ditandai dengan makin banyaknya pengguna internet.

Strategi penipuan yang dijalankan untuk menjerat korban, terutama mereka yang baru mengenal dunia online cukup canggih. Karena mereka juga menggunakan website dengan program dan themes yang tidak berbeda dengan yang digunakan oleh toko online profesional.

Sedangkan mereka yang tidak menguasai teknik website, memilih cara lebih sederhana dengan memanfaatkan situs jual beli yang menyediakan halaman secara gratis. Bahkan pada akhir-akhir ini media sosial pun digunakan untuk melakukan penipuan.

Penawaran yang dilakukan oleh situs toko online maupun yang dilakukan menggunakan situs jual beli ini secara sepintas tidak mengundang kecurigaan para konsumen, apalagi ketika sedang asyik berselancar untuk mencari dan membandingkan harga produk yang hendak dibeli. Tak mengherankan jika pakar IT pun bisa tertipu secara online.

Maka ketika konsumen akhirnya menemukan toko online atau penjual yang menawarkan melalui media sosial dengan harga paling murah. Tanpa curiga dan dengan sangat antusias konsumen melakukan kontak dan transaksi dengan toko online atau penjual pada salah satu situs jual beli yang ditemukannya.

Padahal secara rasional, sebuah produk yang sama akan djual dengan harga yang sama, pasalnya si penjual akan mendapat harga yang sama dari distributor atau pabrik. Jika terdapat selisih harga, maka hanya akan berselisih sedikit dengan harga yang ditawarkan oleh toko online atau penjual lainnya.

Jika sebuah produk yang sama ditawarkan dengan harga yang jauh lebih murah, seharusnya segera dicurigai bahwa barang tersebut palsu. Atau paling tidak, ada sesuatu yang tidak beres. Karena itu perlu dilakukan rechek dan konfirmasi terhadap toko online atau penjual tersebut.

Tetapi dorongan untuk mendapat produk dengan harga yang murah sering sering meniadakan timbulnya kecurigaan tersebut. Hal ini bisa dimaklumi karena setiap konsumen secara naluriah selalu menginginkan produk dengan harga paling murah dan paling berkualitas sekaligus.

Mungkin Anda sudah menyadari naluri yang "irrasional" tersebut. Tetapi saat berbelanja naluri itu secara otomatis akan muncul dan tanpa Anda sadari menguasai pola dan perilaku berbelanja Anda. Memang, bukannya tidak mungkin ada produk yang dijual jauh dibawah harga pasar, meskipun hal ini sangat jarang terjadi karena membutuhkan alasan yang sangat khusus.

Solusinya adalah cek toko online atau penjualnya. Luangkan waktu sebentar untuk membaca daftar penipu yang berkedok toko online dan penjual di situs jual beli yang dimasukkan dalam blacklist oleh beberapa situs yang peduli terhadap para konsumen di dunia online.

www.stoppenipuan.net

Situs Stoppenipuan.net menayangkan laporan yang disampaikan langsung oleh para korban penipuan berkedok belanja online. Menyajikan tutur bahasa seperti apa adanya dari berbagai kekesalan para korban serta proses belanja yang dilakukan sehingga berakhir dengan kekecewaan mereka.

Anda juga bisa membaca berapa rupiah jumlah uang para korban yang hilang ditipu oleh para penjahat lokal ini. Pada menu Blacklist Anda bisa membaca deretan panjang nomor ponsel, pin BB dan nomor dan nama rekening bank yang digunakan untuk menipu.

Mungkin saja disana terdapat kesamaan data dengan toko online atau penjual produk yang ingin Anda hubungi untuk melakukan transaksi. Jadi, sebelum terlanjur dan kecewa di belakang hari, disarankan klik tautan ini untuk menuju laman Stop Penipuan.

www.polisionline.com

Situs ini dikembangkan oleh salah seorang korban penipuan berkedok belanja online. Karena itu pada footbar sebelah kiri sang owner meminta perhatian kepada pengunjung agar tetap waspada dan berhati-hati dalam memilih toko online.

Karena mereka bisa saja sewaktu-waktu mengganti Alamat, Nama Domain, Nama Toko Online, Nomor Telepon/Hp untuk membuat tindak kejahatan atau modus penipuan secara online. Tanyakan orang yang lebih Faham sebelum berbelanja online dan terlibat masalah yang tak dikehendaki.

Polisionline.com tampil berbeda dengan mengutamakan penampilan homepage toko-toko online yang asli atau yang hanya abal-abal. Situs ini menyediakan widget untuk toko online yang benar-benar terpercaya. Admin polisionline.com melakukan konfirmasi dan menyertakan alasan untuk setiap situs toko online, apakah bisa dipercaya atu tidak.

Dalam situs ini Anda bisa dengan mudah membedakan toko online penipu dengan toko online profesional, karena dibawah tampilan screenshoot hompagenya masing-masing diterakan dengan huruf besar Toko Online Terpercaya 100% atau Toko Online Online Penipu 100%. Silahkan kunjungi hanya dengan sekali klik ke Polisi Online

www.datapenipu.com

Seperti moto yang terbaca pada headernya : Bersama Kita Wujudkan Keamanan Berbelanja. Owner situs ini memang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya penipuan berkedok belanja online, hal ini didasarkan pada kenyataan semakin maraknya penggunaan internet untuk aktivitas jual beli.

Sehingga dengan meningkatkan konsumen memungkinkan pula akan timbul lebih banyak korban. Solusinya adalah memperingatkan konsumen online dengan menapilkan fakta-fakta riel berupa laporan korban secara langsung yang dilengkapi screenshoot dari struk transfer via ATM, rekening bukti tranfer, bahkan screenshoot SMS.

Tampilan datapenipu.com yang apa adanya ini justru menumbuhkan empati pengunjung terhadap korban penipuan berkedok belanja online, sekaligus mengetahui bagaimana modus operandi yang beragam digunakan para penipu itu untuk meyakinkan agar konsumen secepatnya mentransfer uang. Silahkan klik untuk membaca Data Penipu.

Mungkin selain ketiga situs tersebut masih terdapat situs lain yang tidak atau belum diketahui penulis dan memiliki misi menyelamatkan konsumen dari penipuan berkedok belanja online. Situs-situs tersebut dan situs lainnya yang sama patut mendapat apresiasi karena kontribusi mereka yang mulia terhadap konsumen online.



Thursday, September 4, 2014

Menteri Juga Tertipu Dengan Belanja Online

Menteri Juga Tertipu Dengan Belanja Online


Jika tertipu dengan belanja online, jangan keburu merasa sangat bodoh dan sial secara berlebihan. Soalnya, Menpora KMRT Roy Suryo Notodiprojo atau yang lebih dikenal dengan namanya sebagai pakar komunikasi dan informatika Roy Suryo, juga tertipu dengan belanja online.

Berikut adalah kronologi peristiwa tersebut seperti yag dilansir oleh merdeka.com. Saat itu, Roy berminat membeli sebuah sepeda fixie yang diiklankan pelaku di situs OLX.co.id. Tersangka juga mencantumkan nomor telepon dan Pin BlackBerry agar mudah dihubungi bila ada yang ingin membeli.

Menpora pun tertarik dan sudah mengirimkan uang sebanyak satu juta seperti yang diminta pelaku. Namun setelah uang dikirim, pelaku tak juga mengirimkan barang yang dipesan. Sadar dirinya sudah ditipu, Menteri Roy Suryo segera menghubungi pihak yang berwajib. Meskipun demikian tidak mudah untuk menemukan pelaku di belantara dunia maya.

Namun bukan Roy Suryo tentunya kalau tidak melacak keberadaan pelaku. Dengan menggunakan petunjuk IT, Roy Suryo berhasil mengetahui keberadaan pelaku dan melaporkan ke polisi setempat. Pelaku pun langsung dibekuk oleh jajaran Polres Indramayu.

"Tweeps, Alhamdulillah dengan Petunjuk IT yang tepat Polres Indramayu berhasil menangkap Gembong Penipu Online di OLX," kata Roy (02/09/2014). Roy bersyukur penipu online ini bisa dibekuk. Dia tak ingin lagi ada yang tertipu. "Publik selamat," ujar Roy senang.

Polisi akhirnya membekuk Absori alias Glembo bin Abdul Khanan, pada Jumat (22/08/2014) yang melakukan penipuan berkedok belanja online terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo. Gemblo ditangkap di rumahnya di Desa Sumur Adem Timur, Blok Janaka, Kecamatan Sukra, Indramayu.

Ironisnya, pelaku penipuan terhadap Roy Suryo ini ternyata tergolong masih muda. hasil pemeriksaan polisi, Gemblo baru berusia 16 tahun namun sudah lihai menipu di dunia maya. Modus yang digunakan tersangka adalah dengan memasang iklan barang yang hendak dijual di situs jual beli OLX.co.id. Pembeli yang berminat kemudian diminta untuk mentransferkan sejumlah uang ke rekeningnya.

Kapolres Indramayu, AKBP Wahyu Bintono melalui Kasat Reskrim AKP Wisnu Perdana Putra seperti yang dilansir oleh humas.polri.go.id mengatakan, modus operandi yang dilancarkan Glembo dengan cara memasang foto sepeda fixie dengan mencantumkan nomor telepon dan pin blackberry (BB). Sepertinya, korban yang melihat penawaran di website belanja online ternama itu langsung terpikat dan berusaha membelinya. Lantas korban pun menginvite pin BB tersangka yang dilanjutkan transaksi melalui layanan blackberry messenger (BBM).

"Setelah tawar-menawarnya deal dengan harga sepeda itu sebesar Rp1 juta, korban membayarnya dimuka dengan cara ditransfer ke nomor rekening yang dicantumkan tersangka. Tapi setelah menunggu beberapa hari, korban tidak kunjung menerima pesanan sepeda yang dipesannya," ungkapnya. Dari sana maka masalah online berupa penipuan di dunia maya itu diketahui lalu dilaporkan ke polisi

Ditegaskan Wisnu, akibat perbuatan itu tersangkanya dikenakan Pasal 45 ayat 2 yang menyebutkan bahwa setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 1 atau 2 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar. "Juga Pasal 51 ayat 2, setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dipidana penjara paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak Rp12 miliar," pungkasnya.

Jadi, membaca peristiwa Menpora tertipu dengan belanja online ini bisa dijadikan tambahan wawasan agar kita lebih jeli dalam berbelanja secara online, baik melalui toko online maupun media sosial. Pada prinsipnya tidak berbeda dengan penipuan dalam kegiatan jual beli yang dilakukan secara riel, penjahat juga bisa melakukan penipuan dengan belanja online.

Pada prinsipnya akan kembali kepada konsumen sendiri, apakah konsumen menyadari bahwa dirinya memiliki "celah" yang berpotensi menjadi korban penipuan atau tidak.




Wednesday, September 3, 2014

Masalah Belanja Online Ini Pasti Pernah Anda Alami

Masalah Belanja Online Ini Pasti Pernah Anda Alami

Belanja online yang saat ini mulai memasyarakat memang lebih menghemat waktu dan tenaga, karena orang bisa membeli barang dari kota dan negara lain, transaksinya pun hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Tetapi bukan tanpa masalah, penyebabnya biasa terjadi karena jenis barang yang dibeli konsumen.

Barang yang memiliki ukuran, misalnya baju, celana atau sepatu sering membuat orang lebih suka memilih berbelanja secara konvensional. Masalahnya produk tersebut biasanya dibuat mengikuti ukuran yang bersifat umum, sementara ukuran setiap konsumen cenderung bersifat individual.

Akibatnya, meskipun sudah memesan ukuran sesuai standar, barang yang dikirim ternyata kurang nyaman dipakai. Dibandingkan jika berbelanja secara konvensional, barang masih bisa dicoba, diteliti kualitasnya bahkan dalam penjualan secara tradisional masih bisa melakukan tawar menawar dengan penjualnya.

Masalah berbelanja secara online yang lain adalah saat mengembalikan barang yang tidak sesuai dengan pesanan, memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses pengirimannya. Akibatnya, seringkali antusiasme terhadap barang yang dibeli menjadi menurun, karena untuk segera memakai barang yang semula sangat diinginkannya ternyata membutuhkan tenggang waktu yang cukup lama.

Masalah-masalah tersebut sering terjadi pada saat berbelanja secara online, konsumen yang mengalami masalah itu seringkali menjadi stress dan frustrasi, sehingga mereka menjadi enggan untuk berbelanja secara online lagi. Kecuali jika toko online menawarkan produk yang sangat menarik dan tidak dijual di toko konvensinal, mereka mungkin tertarik untuk mencoba berbelanja lagi.

Tips ini membahas beberapa masalah umum dalam upaya untuk membantu pembaca membuat keputusan yang bijak, apakah perlu atau tidak untuk membeli produk tertentu secara online. Tentunya jika berbelanja di toko online yang memang benar-benar profesional, bukan amatiran, apalagi toko online palsu yang hanya bertujuan untuk melakukan penipuan secara online.

Memesan produk yang salah

Dibandingkan berbelanja di toko konvensional, nyaris tidak terjadi kesalahan untuk mendapat barang yang diinginkan, karena konsumen berinteraksi secara fisik dengan barang dan penjualnya. Barnga yang dibeli bisa dipegang dan diteliti langsung oleh calon pembeli. Disamping itu bisa memilih produk yang dirasa lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Sementara jika berbelanja secara online, baik yang dijual di toko online maupun yang ditawarkan melalui media sosial, Anda tidak bisa secara fisik meneliti dan mencoba barang yang Anda inginkan. Karena hanya melihat barang tersebut dalam satu dimensi. Sehingga kemungkinan terjadi salah pilih sangat besar, khususnya terhadap barang yang memiliki berbagai ukuran, misalnya baju, celana atau sepatu.

Hal ini dapat terjadi ketika konsumen melakukan pembelian dan mengklik item yang salah, atau ketika konsumen mengontak layanan pelanggan dan memberikan nomor produk yang salah. Kesalahan pemesanan bisa juga terjadi karena konsumen kurang memahami prosedur pembelian secara online yang diterapkan oleh toko online tersebut.

Karena meskipun secara prinsip sama, tetapi tidak semua toko online menerapkan prosedur pembelian secara online yang persis sama. Sehingga konsumen yang sudah terbiasa bebelanja secara online bisa membuat kesalahan pemesanan ketika berbelanja di toko online yang baru saja dikenalnya.

Bahkan jika konsumen mengklik pada produk yang benar dan memberikan nomor produk yang akurat dia mungkin masih membuat kesalahan dalam proses pemesanan jika ternyata pada satu produk tersebut terdapat beberapa pilihan ukuran atau warna.

Meskipun semua toko online mengijinkan untuk mengembalikan produk yang tidak sesuai dengan pesanan konsumen, tetapi masalah-masalah tersebut bisa menimbulkan kekecewaan konsumen, sehingga mengurangi kenyamanan untuk berbelanja secara online. Meskipun hal itu tak separah seperti jika konsumen menjadi korban penipuan oleh toko online palsu.

Menerima produk yang salah

Ketidaknyamanan berbelanja online bukan hanya disebabkan oleh kekurang hati-hatian atau ketidaktahuan konsumen, bisa pula terjadi akibat kelalaian penjual. Hal ini sering terjadi ketika pada proses pencatatan dan pengiriman produk dilakukan secara manual oleh toko online.

Bagian persediaan produk akan mengirimkan pesanan sesuai order yang diterimanya dan diberikan ke bagian pengiriman. Selanjutnya ketika produk tersebut dikirimkan ke konsumen, baik pihak penjual maupun pembeli tidak akan mengetahui kesalahan tersebut. Sampai barang diterima konsumen dan mengajukan komplain.

Toko online bahkan sampai pada reseller memang bertanggungjawab terhadap masalah-masalah tersebut, tetapi tidak semua konsumen bisa menerimanya. Contohnya, ketika konsumen sudah memperhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman, misalnya selama tiga hari. Maka tiga hari sebelumnya konsumen memesan produk yang akan digunakan tepat di hari yang sama dengan datangnya produk.

Meskipun produk itu bisa dikembalikan untuk diganti dengan produk yang sesuai pesanan, tetapi proses penggantiannya membutuhkan waktu cukup lama mengakibatkan produk yang dipesan tidak dapat digunakan pada kesempatan yang telah direncanakan oleh konsumen.

Pengembalian Produk

Kecuali untuk kebutuhan yang bersifat khusus, kesalahan pengiriman produk, baik akibat kelalaian penjual maupun kekurangtahuan konsumen memang jarang terjadi dalam berbelanja secara online. Karena itu bukan menjadi masalah yang merugikan konsumen. Produk yang Anda kehendaki tetap akan Anda terima, hanya saja membutuhkan tenggang waktu yang lebih lama.

Proses pengiriman kembali produk yang salah mungkin bisa membutuhkan waktu lebih lama, karena melibatkan pihak ketiga, yakni perusahaan jasa pengiriman. Untuk mengurangi kemungkinan terjadi proses pengiriman yang terlalu lama, konsumen bisa memilih perusahaan jasa pengiriman terpercaya dan banyak digunakan oleh toko online.

Menghindari kemungkinan terjadinya salah memilih produk, konsumen hendaknya lebih teliti jika memesan produk yang memiliki berbagai ukuran seperti baju, celana dan sepatu. Apalagi jika konsumen secara individual memiliki ukuran berbeda.

Untuk produk yang pemakaiannya tidak ditentukan oleh ukuran dan bersifat general, misalnya seperti e-book, payung, tas wanita dan lain-lain, nyaris tak pernah terjadi kesalahan baik dalam pemesanan yang dilakukan oleh konsumen maupun pengiriman produk yang dilakukan oleh toko online.